Sabtu, 26 Desember 2009

AIR YANG MANA !?

A. Sotya Pawestri

Lupa aku jika haus
Minuman mana yang dapat menyegarkan
Bahkan satu, dua, tiga janji
Sudah larut lebur di minumku

Kanda pergi dinda pergi
Mengalir jatuh tak mungkin ke atas
Batu besar jadi kecil pun
Tak mungkin pindah seperti daun

Airku keruh
Hampir tak punya sayap
Jatuh aku tak apa
Mati aku tak sanggup

Nafas tinggal seair
Tapi aku berjejak
Seharusnya kakiku ada sepuluh
Biar tegak aku berderap
Tapi Dewi berkata lain
Tega melihat dengan tiga mata
Satu mata pun tak berkedip
Menatapku semakin menggeliat
Panas dan dingin seling berganti

Selasa, 24 November 2009

“SATU TITIK GEMAS”

Sotya Pawestri

Kalo bebek pergi
Bebek pergi bawa goyang
Kalo rusa pergi
Rusa pergi bawa air di perut

Kalo surya pergi
Surya pergi bawa terang
Kalo satelit pergi
Satelit pergi bawa buram

Aneh,
Aku kok malah pergi bawa titik
Cuma satu titik
Aku genggam malah hilang
Aku pamer takut jatuh

Aduh, mama !
Sampai kapan titik ini tersimpan
Dalam genggam
Atau dalam susu
Aku makin gemas
Harus kutaruh mana
Atau kuremas dan kuperlihatkan
Agar bebek lewat tahu
Agar rusa lari terpana
Hingga satu titik gemas ini bersinar

Sabtu, 14 November 2009

SAKIT

Angela Sotya Pawestri

Kertas hitam ini jadi merah
Ketika aku dan dia terguncang
Dan tak sanggup melihat lagi

Kini…
Kertas merah itu jadi putih
Ketika aku dan kamu sakit
Sakit jiwa berdarah yang suci

Tapi…,
Kertas putih itu jadi abu-abu
Ketika dia dan kamu takut
Takut diserang hati merah

Setelah itu,
Kertas abu-abu itu jadi hitam kembali
Ketika aku, dia, dan kamu
Habis di neraka !!!

Minggu, 08 November 2009

KRATON ABANG MEMBLE

Sotya Pawestri

Aku hitam
Tunggu kelam
Walau sudah malam
Aku belum bertemu putra malam

Kula manungsa
Rada rekasa
Manungsa liyane meksa
Supaya kula tresna basa

Tapi sekali lagi aku hitam
Bagai tembok gambarkan ketam
Hingga tercoreng sampai pitam
Aku makin geram

Raden Wengi nalika bale
Kula bungah tole-tole
Kula lunga ninggal tole
Ing kraton abang memble

Senin, 02 November 2009

Aku Bertemu lagi Dengan Puisiku…

Sotya Pawestri

Pu…
Puyuh hatiku
Terangsang ulu cinta
Ketika aku gerakan tangan ini

I…
Isyarat ini makin jelas
Aku gores demi gores
Hingga terukir huruf hingga kata

Si…
Sibuk aku berbenah
Hingga lupa kalau aku…
Aku harus teruskan dari kata hingga kalimat

Ku…
Kukuras habis tenaga
Hingga tercipta satu bait jiwa
Dan akhirnya aku bertemu lagi dengan puisiku

PUISIKU…

Senin, 19 Oktober 2009

“BIAR TUA”

Sotya Pawestri

Aku bergumam
Kemudian teriak hingga sore
Satu – satu terkuak benam
Kemudian tegak hingga tercoreng

Aku, dia, dan kau
Duduk tertawa hingga berair
Tak tahu malu dan ragu
Sampai lilin tertiup jadi abu

Aku dan dia
Saling senyum beri tanda
Saling gumam beri cinta

Aku dan kau
Tak tahu arti ini
Tak tahu perayaan ini
Sayangnya yang aku tahu
Aku ada biar tua

Rabu, 14 Oktober 2009

KAINKU TERSOBEK

Sotya Pawestri

14-02-1979
Aku terbenam
Walau kepak sayap masih dua
Dan kasih tak berjua

14-02-1982
Aku kelaparan
Tiap tahun tunggu coklat
Tapi malah dapat iri

14-02-1990
Aku tersobek
Kain pinkku jadi kulit
Dan badanku jadi dua

14-02-2000
Aku bukan istri
Bukan lagi manusia
Kenangan tanpa suami…

Jumat, 21 Agustus 2009

Merah Bosan

Sotya Pawestri

Langit jiwa
Tersenyum bikin bosan
Tersedak bikin tua
Tapi apakah aku harus memberi balasan !?

Mungkin tulisan ini cukup jelek
Bahkan laksamana angin ingin tebas tinta ini
Tapi aku bosan
Bosan yang bikin geram
Dan geram yang jadi merah

Satu lagi yang ingin pena ini tulis :
Seharusnya merah itu cukup gila
Satuan, puluhan, ribuan, ratusan, puluhan ribu
Bahkan ratusan ribu, jutaan, puluhan juta
Dan lagi ratusan juta
Orang lagi bosan hidup
Dan lebih bosan lagi lihat orang mati

Tapi aku !?
Aku sudah gila bosan
Dan hampir saja aku ludes…

Senin, 03 Agustus 2009

Tuan Pura – Pura

Sotya Pawestri

Tuanku si tuan pura-pura
Menyanyi meratap muka
Tapi segan terisak tangis

Tuanku si tuan pura-pura
Ingin pergi bawa jiwa
Ingin pulang bawa rindu

Tuanku si tuan pura-pura
Ia merasa melayang di langit
Tapi sulit meraih bintang

Tuanku si tuan pura-pura
Tersedak bagai air
Dan tinggal menunggu maut

Jumat, 31 Juli 2009

KAYAK KAYA



sotya pawestri

Martin pulang
Martina pergi
Martin cinta
Martina benci

Martin pura-pura
Martina serius
Martin kaya
Martina miskin

Martin makan uang
Martina muntah uang
Martin mati
Martina masih hidup

Rabu, 29 Juli 2009

MUKA RATA

Angela Sotya Pawestri

Satu…
Lima…
Angka ini yang bilang aku ratu
Mulai punya lebah sampai lima

Satu…
Tujuh…
Angka itu yang membuat aku jadi batu
Aku serahkan jiwa dan tubuh

Satu…
Delapan…
Saat ini tubuhku tidak lagi satu
Bahkan istanaku jadi papan

Satu…
Sembilan…
Ya Tuhan, aku ingin mati
Tak kuat jadi si muka rata

Dua…
Kosong…
Aku benar-benar mati

Jumat, 17 Juli 2009

Mengapa Harus Cinta !?



Sotya Pawestri

Aku diam
Ketika Dewi Cinta tanya siam
Seakan air dan angin ikut bergumam
Bersama resah bahagia yang terpendam

Dewi Cinta itu bertanya lagi
Tapi aku tetap tidak mengerti
Mengapa rasanya seperti ragi ??
Atau memang hati dan uluku sudah mati

Sedetik setelah matahari terbenam
Aku sudah punya jawaban
Tapi…
Bagaimana cara mengatakannya ??

Dewi Cinta tersenyum sinis
Dan aku tersenyum manis

Aku, aku, dan aku
Mengapa harus aku ?
Aku bingung !!
Kenapa harus Dewi Cinta ?
Mengapa harus cinta ?
Kenapa Tuhan tidak kirimi aku Dewa Kekayaan saja ??

Rabu, 15 Juli 2009

TANGAN KOSONG






Sotya Pawestri

Langit itu putih
Ketika aku dan dia duduk bersama
Ketika semua tidur dan tak berdaya

Sekali lagi langit itu putih
Ketika surya seharusnya tersenyum
Ketika ia harus pergi

Ya, Tuhan…
Langit itu putih lagi
Ketika ia pulang
Ketika tangannya kosong

Dan langit itu putih lagi
Ketika aku harus pergi
Ketika aku bersama malaikat…

Sabtu, 04 Juli 2009

SEPI ataukah SUNYI

Jauh kupandang sejurus

Hilang arah yang lurus

Kupandang sahutan tamu

Hanya ada keramaian semu


Aku lihat kiri

Segerombolan orang yang tak kukenal berdiri


Aneh, sejuta aneh

Kenapa tak kunikmati saja ??

Atau aku mulai sepi


Terdiamku terpaku

Meratap dunia dengan tangis

Mungkin tidak hari ini tapi besok


Ataukah sunyi

Atau…

Jiwa ini tidak akan pernah tenang selamanya

Kamis, 02 Juli 2009

KERTAK GIGI


Sotya Pawestri

Sinta mogok makan
Kira – kira sudah sepekan
Gara – gara atasan
‘Gak mau kasih tunjanganRudi marah
Uangnya dijarah
Katanya usaha pemerintah semakin parah
Bikin Rudi makin gerah

Raka tahan haus
Bau air dianggap hangus
Walau di depannya berdiri gadis bagus
Raka tetap tidak rakus

Sinta, Rudi, dan Raka
Menunggu nasib kayak kera
Tunggu janji belaka
Hingga tak bisa berak

Dasar nasib !!
Kapan dunia tak jadi aib ??
Sinta, Rudi, dan Raka tinggal tunggu raib

Selasa, 30 Juni 2009

JAKA MUDA & “PERAWAN TUA”

Sotya Pawestri

Jaka muda bawa kumis
Masuk rumah malam kamis
Jemput pesolek nan manis
Hanya sayang bau amisPerawan tua meringis
Merasa ia masih gadis
Padahal sudah tujuh pria bengis
Melihat punggungnya punya kudis

Jaka muda tertipu
Akhirnya matikan lampu
Merasa yang dicumbu kupu-kupu
Padahal semut saja tertawa garpu

Perawan tua menipu
Tak sanggup melawan nafsu rapuh
Tak ingat ayah bunda di Cepu
Tak mau meluputkan rasa tipu

Jaka muda tetap cinta
Dia hanya lihat dari mata
Sampai jiwanya patah
Jaka muda masih cinta…

Minggu, 28 Juni 2009

Perawan Mengasuh Tanah




Sotya Pawestri

Sepertinya aq mulai sinting

Ribut bukan diri sendiri

Malah dengan suami orang lain

Hujan salah berikan hasil

Tanah juga salah berikan hasil

Harusnya aku belok ke kanan

Tapi bebal belok ke kiri

Aku paksa tanganku menyulam semak di tengah api

Bukan Hati yang gerah

Tapi tangan yang memerah

Perawan menutup aurat dengan senyum

Salah ambil jalan mengasuh tanah

Memaksa tanah turut padanya

Perawan diam berpikir

Seharian mengasuh tanah

Tiada hati yg bersimpuh

ia akhirnya menunggu

jejaka mana yg berhenti

Sabtu, 27 Juni 2009

HAMPIR TERAKHIR




Sotya Pawestri

Panci di depanku masih bergumam
Terus sibuk dengan airnya
Riak itu akhirnya keluar
Tanda didih harus dipadamkan

Aku jadi gila
Makin lama makin menjadi
Seperti panci didepanku
Harusnya aku berdiri sambil tertawa
Sayang didih itu tak mampu kupadamkan

Silvi sahabatku
Menggempar bersama bulan
Merasa aku hanya lelah
Merasa semuanya jadi lilin

Aku hanya terdiam
Tak berani menyahut
Tipu daya dengan senyum
Tak mungkin ada yang tahu
Sabar, sabar
Namanya juga hidup
Harus tabah
Tunggu lagi didih itu
Pasti akan beda
Tinggal tarik napas
Semuanya hampir terakhir

Minggu, 21 Juni 2009

Aku, Dia dan Ray

Sotya Pawestri

Aku, dia dan Ray

Terjangkit penyakit turunan

Bukan wajah yang berkata

Hanya topeng yang tertawa

Aku, dia dan Ray

Tersangkut kicir berbentuk segitiga

Yang terukir di tiap putarnya

Pulang dan pergi berhenti

Aku, dia dan Ray

Tertawa melirik topeng

Seperti berkaca wajah diri

Seperti bermimpi akulah dia

Sayangnya kicir itu rusak

Si topeng hanya senyum

Risauan kembali menyisik

Kapan lagi akan menangis ?

Selamat tinggal Ray

Mungkin baru 100 tahun lagi

Air surga ‘kan membasuh

Rabu, 10 Juni 2009

“SATU TITIK GEMAS”


 Sotya Pawestri

Kalo bebek pergi
Bebek pergi bawa goyang
Kalo rusa pergi
Rusa pergi bawa air di perut

  Kalo surya pergi
  Surya pergi bawa terang
  Kalo satelit pergi
  Satelit pergi bawa buram

Aneh,
Aku kok malah pergi bawa titik
Cuma satu titik
Aku genggam malah hilang
Aku pamer takut jatuh

Aduh, mama !
Sampai kapan titik ini tersimpan
Dalam genggam 
Atau dalam susu
Aku makin gemas
Harus kutaruh mana
Atau kuremas dan kuperlihatkan
Agar bebek lewat tahu
Agar rusa lari terpana
Hingga satu titik gemas ini bersinar






Senin, 08 Juni 2009

Aku, Dia dan Ray

Sotya Pawestri

Aku, dia dan Ray
Terjangkit penyakit turunan
Bukan wajah yang berkata
Hanya topeng yang tertawa

Aku, dia dan Ray
Tersangkut kicir berbentuk segitiga
Yang terukir di tiap putarnya
Pulang dan pergi berhenti

Aku, dia dan Ray
Tertawa melirik topeng
Seperti berkaca wajah diri
Seperti bermimpi akulah dia
Sayangnya kicir itu rusak
Si topeng hanya senyum
Risauan kembali menyisik
Kapan lagi akan menangis ?

Selamat tinggal Ray
Mungkin baru 100 tahun lagi
Air surga ‘kan membasuh

Minggu, 07 Juni 2009

5 Kuda Jantan 1 Merpati Betina

Sotya Pawestri

Si kuda bilang :
“Mari merpati. Ikut kami.
Kami punya merpati jantan di sarang.”

Jawab merpati :
“Benarkah Tuan ? Hamba rindu berkasih-kasih.”

Si kuda tanya :
“Apakah daku berbohong ?
Ambo bukan penipu.
Mari merpati. Mari !”

Merpati semarak :
“Kuda jantan rambutmu indah.
Kalau begitu kau harus beri aku sayang.”

Si kuda hanya diam
Mereka takut kena cinta
Kalau boleh jujur
Kuda taruh sayang pada merpati

Merpati diam
Tak mau ingkar janji
Sayang,
5 kuda jantan tak berkutik

Sampai jalan merah
Sampai kaki lemah
5 kuda jantan menyimpan
Tak mau terbongkar

Apa daya merpati betina
Hanya ingin cari suami
Jika benar ada merpati jantan
Ia harus pergi seberangi laut

Si kuda malu
Tak mungkin bersatu
Merpati begitu ayu
Si kuda hanya bisa merayu

Kami dan dia beda
Sudah lupakan saja
Kami rela lihat dia seberangi laut
Walau bukan dengan kami

Sabtu, 09 Mei 2009

aku di dan ray

Sotya Pawestri

Aku, dia dan Ray

Terjangkit penyakit turunan

Bukan wajah yang berkata

Hanya topeng yang tertawa

Aku, dia dan Ray

Tersangkut kicir berbentuk segitiga

Yang terukir di tiap putarnya

Pulang dan pergi berhenti

Aku, dia dan Ray

Tertawa melirik topeng

Seperti berkaca wajah diri

Seperti bermimpi akulah dia

Sayangnya kicir itu rusak

Si topeng hanya senyum

Risauan kembali menyisik

Kapan lagi akan menangis ?

Selamat tinggal Ray

Mungkin baru 100 tahun lagi

Air surga ‘kan membasuh

Kamis, 30 April 2009

MAIN KARTU


Angela Sotya Pawestri

Aku buang sembilan wajik
Berarti teman datang pukul sembilan
Dia ambil dua hati
Ah… sulit diartikan

Kau buang empat hati
Teman datang malah celaka
Satu kriting berarti kartu as
Masakan tidak cocok

Tapi ada pendatang
Wajik itu sayang
Dengan raja !?
Masakan sifatnya pendiam

Tiga waru keluar !!
Sebentar lagi ada yang sedih
Katanya si kartu
Ada cewek butuh sahabat

Joker keluar terakhir
Berarti seorang penghibur
Datang bawa cahaya

Siapa, ya ??

Selasa, 28 April 2009

DENGAR SERUAN Birthday…


Sebenarnya,

Aku tak indah dibanding kupu

Aku tak lugu dibanding kura

Malah lebih exotic sindirnya

Sinar wajah cukup kuat

Solek aku tak butuh

Tapi untuk hari ini saja

Aku ingin genit

Tak ada kue tiup lilin

Adanya kertas koran sagu basi

Bukannya Ge-er !

Tapi emang bener

Sahabat lebih penting

Kali ini aku diam

Lihat peti di birthdayku

Tapi lebih naas

Lihat sahabat tinggal mayat

Kenapa harus hari ini !?

Kerangka hati hampir roboh

Jumat, 17 April 2009

VALENTINE BANGSAT !!

Angela S. P.

Katanya, sih !
Cewek lacur tak boleh nikmat cinta
Bau trasi, umpatnya
Masakan tak boleh ?Nasib, nasib !
Malam romantis gini cari om
Pake jual diri lagi
‘Kan malu !

Dua pasang kasih
Merambat tangan di sudut taman
Masakan aku tak boleh ikut jiwa ?
Dasar valentine bangsat !

Kue cinta, bunga asmara
Coklat nikmat, balon merah
Musik klasik, dansa malam
Anggur jiwa, cowok tampan

Aku beda…
Kue lapis, bunga palsu
Coklat gedongan, balon hitam
Musik setan, dansa rok mini
Anggur jalanan, om tua

Valentine bangsat !!

Rabu, 15 April 2009

PARA BINI

Angela S. P.

Bisik-bisik para bini

Sisik-sisik makin menjadi

Katanya mau beli tempe

Malah ngrumpi tengah pasar

Dasar bini !

Dengkul abang sudah bundas

Buat jalan keliling toko

Masakan sepanjang jalan cuma lihat

Banyak tawar tak beli-beli

Dasar abang malang !

Dompet kanda sudah terbang

Dibawa bini pergi ke salon

Tiap minggu creambath sari alpukat

Maunya biar keren ala barat

Malah bonyok nggak karuan

Dasar bini !

Suruh siapa jadi bintang ?

Para bini ! Para bini !

Ribut amat ngomongin nggak bisa bungkam sedikit ?

Aduh, sayang…

Kepala daku hampir pecah

Dikau tak urus anak-suami

Senin, 13 April 2009

ANGKATAN 2000

Angela S. P.

Tahun 1999
Guncang !!
Jauh beda dengan jalan beraspal
Angin yang lewat untung cuma bisik
Tapi, ups…!!
Sekali lagi guncang…

  Genap 2000 tahun bumi digentar 
  Hendak roboh bersilang geram
  Yang katanya koruptorlah,
  Nepotismelah !!
  Cuman katanya…

Apalagi tahun 2001
Lagi gencar-gencarnya milenia
Kayak tahun 2000
Yang cuma bisa makan orang
Kaya semakin kaya
Miskin makin miskin

  Kok aneh !?
  Mau dilanjutkan ?
  Silakan !
  Asal saja jangan bawa nama mama Saat tak punya uang di kantong

Lanjutkan saja !
Kalau mau semuanya mati
Beres ‘kan ?

Selasa, 07 April 2009

TANGKAI JIWA


Angela S. P.

Saat akarku mulai tumbuh

Aku menjalar

Menjalar jauh di bawah tanah

Coba cari mineral iman

Dan tanam tetap di dasar hati

Aku tumbuh…

Tunasku mulai naik

Seperti tumbuhan lain layaknya

Aku ingin bersahabat dengan Bu Mentari

Layaknya pula aku butuh siraman sejuk

Aku semakin tumbuh…

Tangkaiku bercabang semakin makmur

Tangkaiku kokoh dengan batang

Dan akarnya

Hanya saja, butuh waktu

Di ujung-ujung tangkai itu

Tersimpan daun yang seharusnya lebat

Seharusnya bersimpuh dengan buah

Tapi, kenapa lama ?

Apakah tangkai jiwaku kurang subur

Atau hanya saja butuh waktu ?

Aku tak tahu serunya

Masakan aku tak boleh niknat buahnya

Atau aku memang pohon tak berguna ?

Atau pula hanya rumput liar semata ?

Katanya,

Tuhan bakalan bantu hamba

Tapi kapan ?

Apakah sampai daunku layu

Dan rontok semua ?

O, sayangku Tuhan !!

Peluk aku, Tuhan…!!

Jangan sampai aku ditebang

Jangan sampai aku dibakar

Aku takut


Kamis, 02 April 2009

ZAMBRA SI ELANG BELIA


Angela S. P.

Akulah Zambra si elang belia
Menatap langit sejurus sinar
Dan berkicau sebatas binar

Hey, akulah Zambra si elang belia
Lihat sayapku !
Indah, bukan ?
Akan kukepak sayapku selebar jangka
Akan kuarungi segala hutan
Segala samudera, gunung
Dan langit ketujuh

Akulah Zambra si elang belia
Siapa yang tak kenal Zambra Lela ?
Siapa yang tak tertegun lihat buluku ?
Pekat dan lebat di setiap sudutnya
Elang jantan mana yang tak terkait ?

Akulah Zambra si elang betina
Aku suka busung dada
Aku suka semua jantan tunduk
Nikmat benar jadi elang
Terbang kesana-kemari

Tapi satu ketika
Aku terbang selimuti hutan
Dan seorang pria pergi bawa senjata
Dengan derap sepatunya
Aku…..

A…..a…..a….. !!!
Panas ! Panas !!
Aku tertembak

Dasar jejaka biadab !!
Bangsat !!
Tidak cukupkah ayam mengisi perutmu ?
Tidak cukupkah ikan menggulung ususmu ?

Tapi,tapi
Lama-kelamaan aku semakin pusing berkunang
Lama-kelamaan aku semakin sesak
Dan lama-kelamaan jiwaku ini ingin pisah dengan tubuhnya

Aku semakin jatuh, jatuh dan jatuh
Dalam ambang nasibku
Aku semakin merintih :
“Ibu, ibu….. tubuhku sakit,
Sayapku terkulai patah,
Aku tak bisa terbang tinggi lagi
Ibu….., aku kedinginan…”
Dan akhirnya aku mati…..







Kamis, 26 Maret 2009

MALAIKAT KECIL

Mungkin, dunia tak seindah harapanmu,
namun engkau seindah harapan dunia

Selasa, 24 Maret 2009

JEJAKA BERSERAGAM PUTIH


Angela S. P.

Satu ketika biolaku tergesek
Di setiap senar yang tergesek teraut jiwa
Satu senar, dua senar, tiga senar
Sampai semua senar-senar bergesek
Satu mata kupandang
Jauh terpandang
Jejaka berseragam putih buaian

Satu lantun, dua lantun
Ia berderap menuju pandu laut
Menatap luas tak tersirap
Dan menuju air tiap gelombang
Kelak ‘kan kupandang lagi 
Jejaka berseragam putih buaian

Satu, dua, tiga buaian lagi ‘kan jelang
Satu mentari dan tujuh bintang terkelip
Bertemu dalam belaian sulam
Dan tergegap melihat merpati
Satu lagi aku terpukau
Oleh jejaka berseragam putih

Bolehkah gelandangan ini memandang jua ?
Bolehkah gadis belia ini memikat ?
Hanya saja tuan
Dengarkan daku menggesek biola ini



Kamis, 19 Maret 2009

JERITAN SEORANG PENGAMAT HIDUP


Baiklah, akan kuberi tahu siapa diriku

Aku bukan sembarang sampah basah

Di atas tanah

Dan aku bukan seonggok sayur penghias taman

Tapi aku sehelai daun di pinggir jalan

Bukan penghias maupun sampah

Tapi sehelai daun…

Jangankan sepasang mata

Sebelah mata saja tak berpandang

Bukannya diasuh

Malah diinjak dengan sepatu bermerk

Oh nasib…, nasib !

Siapa bilang hidupku enak ?

Ayahku seorang ayah yang hebat

Seorang Jendral Pembuat Padi

Pagi pergi bawa caping

Sore pulang bawa keringat

Emang enak makan ubi melulu ?

Mau tahu siapa ibuku ?

Bukan model ataupun pesolek

Ia seorang wanita karir

Menumbuk padi pekerjaannya

Hebat bukan !?

Kalau kamu mendengar ceritaku

Janganlah bersaut duka

Atau pun bergulung tangis

Karena aku…

Bukan sampah

Aku sehelai daun…

Terbang demi angin

Berjejakan demi hidup

Dan bernyanyi demi Indonesia

“Dari yakinku teguh

Hati ikhlasku penuh

Akankah kau sawahku

Mendengarku tersedu

Dari yakinku penuh

Untuk-mu oh Indonesia…”



Kamis, 05 Februari 2009

buku kumpulan puisi


what's up smuanya

ini posting pertamaq dan aq cuma mo ngisi blog ini tentang bukuq yang berjudul

metafocation (andai tulisan dapat membaca)

selamat membaca...............