Angela S. P.
Satu ketika biolaku tergesek
Di setiap senar yang tergesek teraut jiwa
Satu senar, dua senar, tiga senar
Sampai semua senar-senar bergesek
Satu mata kupandang
Jauh terpandang
Jejaka berseragam putih buaian
Satu lantun, dua lantun
Ia berderap menuju pandu laut
Menatap luas tak tersirap
Dan menuju air tiap gelombang
Kelak ‘kan kupandang lagi
Jejaka berseragam putih buaian
Satu, dua, tiga buaian lagi ‘kan jelang
Satu mentari dan tujuh bintang terkelip
Bertemu dalam belaian sulam
Dan tergegap melihat merpati
Satu lagi aku terpukau
Oleh jejaka berseragam putih
Bolehkah gelandangan ini memandang jua ?
Bolehkah gadis belia ini memikat ?
Hanya saja tuan
Dengarkan daku menggesek biola ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar