Sotya Pawestri
Sepertinya aq mulai sinting
Ribut bukan diri sendiri
Malah dengan suami orang lain
Hujan salah berikan hasil
Tanah juga salah berikan hasil
Harusnya aku belok ke kanan
Tapi bebal belok ke kiri
Aku paksa tanganku menyulam semak di tengah api
Bukan Hati yang gerah
Tapi tangan yang memerah
Perawan menutup aurat dengan senyum
Salah ambil jalan mengasuh tanah
Memaksa tanah turut padanya
Perawan diam berpikir
Seharian mengasuh tanah
Tiada hati yg bersimpuh
ia akhirnya menunggu
jejaka mana yg berhenti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar