Minggu, 28 Juni 2009

Perawan Mengasuh Tanah




Sotya Pawestri

Sepertinya aq mulai sinting

Ribut bukan diri sendiri

Malah dengan suami orang lain

Hujan salah berikan hasil

Tanah juga salah berikan hasil

Harusnya aku belok ke kanan

Tapi bebal belok ke kiri

Aku paksa tanganku menyulam semak di tengah api

Bukan Hati yang gerah

Tapi tangan yang memerah

Perawan menutup aurat dengan senyum

Salah ambil jalan mengasuh tanah

Memaksa tanah turut padanya

Perawan diam berpikir

Seharian mengasuh tanah

Tiada hati yg bersimpuh

ia akhirnya menunggu

jejaka mana yg berhenti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar