Kamis, 26 Maret 2009

MALAIKAT KECIL

Mungkin, dunia tak seindah harapanmu,
namun engkau seindah harapan dunia

Selasa, 24 Maret 2009

JEJAKA BERSERAGAM PUTIH


Angela S. P.

Satu ketika biolaku tergesek
Di setiap senar yang tergesek teraut jiwa
Satu senar, dua senar, tiga senar
Sampai semua senar-senar bergesek
Satu mata kupandang
Jauh terpandang
Jejaka berseragam putih buaian

Satu lantun, dua lantun
Ia berderap menuju pandu laut
Menatap luas tak tersirap
Dan menuju air tiap gelombang
Kelak ‘kan kupandang lagi 
Jejaka berseragam putih buaian

Satu, dua, tiga buaian lagi ‘kan jelang
Satu mentari dan tujuh bintang terkelip
Bertemu dalam belaian sulam
Dan tergegap melihat merpati
Satu lagi aku terpukau
Oleh jejaka berseragam putih

Bolehkah gelandangan ini memandang jua ?
Bolehkah gadis belia ini memikat ?
Hanya saja tuan
Dengarkan daku menggesek biola ini



Kamis, 19 Maret 2009

JERITAN SEORANG PENGAMAT HIDUP


Baiklah, akan kuberi tahu siapa diriku

Aku bukan sembarang sampah basah

Di atas tanah

Dan aku bukan seonggok sayur penghias taman

Tapi aku sehelai daun di pinggir jalan

Bukan penghias maupun sampah

Tapi sehelai daun…

Jangankan sepasang mata

Sebelah mata saja tak berpandang

Bukannya diasuh

Malah diinjak dengan sepatu bermerk

Oh nasib…, nasib !

Siapa bilang hidupku enak ?

Ayahku seorang ayah yang hebat

Seorang Jendral Pembuat Padi

Pagi pergi bawa caping

Sore pulang bawa keringat

Emang enak makan ubi melulu ?

Mau tahu siapa ibuku ?

Bukan model ataupun pesolek

Ia seorang wanita karir

Menumbuk padi pekerjaannya

Hebat bukan !?

Kalau kamu mendengar ceritaku

Janganlah bersaut duka

Atau pun bergulung tangis

Karena aku…

Bukan sampah

Aku sehelai daun…

Terbang demi angin

Berjejakan demi hidup

Dan bernyanyi demi Indonesia

“Dari yakinku teguh

Hati ikhlasku penuh

Akankah kau sawahku

Mendengarku tersedu

Dari yakinku penuh

Untuk-mu oh Indonesia…”