Baiklah, akan kuberi tahu siapa diriku
Aku bukan sembarang sampah basah
Di atas tanah
Dan aku bukan seonggok sayur penghias taman
Tapi aku sehelai daun di pinggir jalan
Bukan penghias maupun sampah
Tapi sehelai daun…
Jangankan sepasang mata
Sebelah mata saja tak berpandang
Bukannya diasuh
Malah diinjak dengan sepatu bermerk
Oh nasib…, nasib !
Siapa bilang hidupku enak ?
Ayahku seorang ayah yang hebat
Seorang Jendral Pembuat Padi
Pagi pergi bawa caping
Sore pulang bawa keringat
Emang enak makan ubi melulu ?
Mau tahu siapa ibuku ?
Bukan model ataupun pesolek
Ia seorang wanita karir
Menumbuk padi pekerjaannya
Hebat bukan !?
Kalau kamu mendengar ceritaku
Janganlah bersaut duka
Atau pun bergulung tangis
Karena aku…
Bukan sampah
Aku sehelai daun…
Terbang demi angin
Berjejakan demi hidup
Dan bernyanyi demi Indonesia
“Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akankah kau sawahku
Mendengarku tersedu
Dari yakinku penuh
Untuk-mu oh Indonesia…”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar