Jumat, 17 Juli 2009

Mengapa Harus Cinta !?



Sotya Pawestri

Aku diam
Ketika Dewi Cinta tanya siam
Seakan air dan angin ikut bergumam
Bersama resah bahagia yang terpendam

Dewi Cinta itu bertanya lagi
Tapi aku tetap tidak mengerti
Mengapa rasanya seperti ragi ??
Atau memang hati dan uluku sudah mati

Sedetik setelah matahari terbenam
Aku sudah punya jawaban
Tapi…
Bagaimana cara mengatakannya ??

Dewi Cinta tersenyum sinis
Dan aku tersenyum manis

Aku, aku, dan aku
Mengapa harus aku ?
Aku bingung !!
Kenapa harus Dewi Cinta ?
Mengapa harus cinta ?
Kenapa Tuhan tidak kirimi aku Dewa Kekayaan saja ??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar