A. Sotya Pawestri
Jaka muda bawa kumis
Masuk rumah malam kamis
Jemput pesolek nan manis
Hanya sayang bau amis
Perawan tua meringis
Merasa ia masih gadis
Padahal sudah tujuh pria bengis
Melihat punggungnya punya kudis
Jaka muda tertipu
Akhirnya matikan lampu
Merasa yang dicumbu kupu-kupu
Padahal semut saja tertawa garpu
Perawan tua menipu
Tak sanggup melawan nafsu rapuh
Tak ingat ayah bunda di Cepu
Tak mau meluputkan rasa tipu
Jaka muda tetap cinta
Dia hanya lihat dari mata
Sampai jiwanya patah
Jaka muda masih cinta…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar