Senin, 19 Oktober 2009

“BIAR TUA”

Sotya Pawestri

Aku bergumam
Kemudian teriak hingga sore
Satu – satu terkuak benam
Kemudian tegak hingga tercoreng

Aku, dia, dan kau
Duduk tertawa hingga berair
Tak tahu malu dan ragu
Sampai lilin tertiup jadi abu

Aku dan dia
Saling senyum beri tanda
Saling gumam beri cinta

Aku dan kau
Tak tahu arti ini
Tak tahu perayaan ini
Sayangnya yang aku tahu
Aku ada biar tua

Rabu, 14 Oktober 2009

KAINKU TERSOBEK

Sotya Pawestri

14-02-1979
Aku terbenam
Walau kepak sayap masih dua
Dan kasih tak berjua

14-02-1982
Aku kelaparan
Tiap tahun tunggu coklat
Tapi malah dapat iri

14-02-1990
Aku tersobek
Kain pinkku jadi kulit
Dan badanku jadi dua

14-02-2000
Aku bukan istri
Bukan lagi manusia
Kenangan tanpa suami…

Jumat, 21 Agustus 2009

Merah Bosan

Sotya Pawestri

Langit jiwa
Tersenyum bikin bosan
Tersedak bikin tua
Tapi apakah aku harus memberi balasan !?

Mungkin tulisan ini cukup jelek
Bahkan laksamana angin ingin tebas tinta ini
Tapi aku bosan
Bosan yang bikin geram
Dan geram yang jadi merah

Satu lagi yang ingin pena ini tulis :
Seharusnya merah itu cukup gila
Satuan, puluhan, ribuan, ratusan, puluhan ribu
Bahkan ratusan ribu, jutaan, puluhan juta
Dan lagi ratusan juta
Orang lagi bosan hidup
Dan lebih bosan lagi lihat orang mati

Tapi aku !?
Aku sudah gila bosan
Dan hampir saja aku ludes…

Senin, 03 Agustus 2009

Tuan Pura – Pura

Sotya Pawestri

Tuanku si tuan pura-pura
Menyanyi meratap muka
Tapi segan terisak tangis

Tuanku si tuan pura-pura
Ingin pergi bawa jiwa
Ingin pulang bawa rindu

Tuanku si tuan pura-pura
Ia merasa melayang di langit
Tapi sulit meraih bintang

Tuanku si tuan pura-pura
Tersedak bagai air
Dan tinggal menunggu maut

Jumat, 31 Juli 2009

KAYAK KAYA



sotya pawestri

Martin pulang
Martina pergi
Martin cinta
Martina benci

Martin pura-pura
Martina serius
Martin kaya
Martina miskin

Martin makan uang
Martina muntah uang
Martin mati
Martina masih hidup

Rabu, 29 Juli 2009

MUKA RATA

Angela Sotya Pawestri

Satu…
Lima…
Angka ini yang bilang aku ratu
Mulai punya lebah sampai lima

Satu…
Tujuh…
Angka itu yang membuat aku jadi batu
Aku serahkan jiwa dan tubuh

Satu…
Delapan…
Saat ini tubuhku tidak lagi satu
Bahkan istanaku jadi papan

Satu…
Sembilan…
Ya Tuhan, aku ingin mati
Tak kuat jadi si muka rata

Dua…
Kosong…
Aku benar-benar mati

Jumat, 17 Juli 2009

Mengapa Harus Cinta !?



Sotya Pawestri

Aku diam
Ketika Dewi Cinta tanya siam
Seakan air dan angin ikut bergumam
Bersama resah bahagia yang terpendam

Dewi Cinta itu bertanya lagi
Tapi aku tetap tidak mengerti
Mengapa rasanya seperti ragi ??
Atau memang hati dan uluku sudah mati

Sedetik setelah matahari terbenam
Aku sudah punya jawaban
Tapi…
Bagaimana cara mengatakannya ??

Dewi Cinta tersenyum sinis
Dan aku tersenyum manis

Aku, aku, dan aku
Mengapa harus aku ?
Aku bingung !!
Kenapa harus Dewi Cinta ?
Mengapa harus cinta ?
Kenapa Tuhan tidak kirimi aku Dewa Kekayaan saja ??