A. Sotya Pawestri
Lupa aku jika haus
Minuman mana yang dapat menyegarkan
Bahkan satu, dua, tiga janji
Sudah larut lebur di minumku
Kanda pergi dinda pergi
Mengalir jatuh tak mungkin ke atas
Batu besar jadi kecil pun
Tak mungkin pindah seperti daun
Airku keruh
Hampir tak punya sayap
Jatuh aku tak apa
Mati aku tak sanggup
Nafas tinggal seair
Tapi aku berjejak
Seharusnya kakiku ada sepuluh
Biar tegak aku berderap
Tapi Dewi berkata lain
Tega melihat dengan tiga mata
Satu mata pun tak berkedip
Menatapku semakin menggeliat
Panas dan dingin seling berganti
Sabtu, 26 Desember 2009
Selasa, 24 November 2009
“SATU TITIK GEMAS”
Sotya Pawestri
Kalo bebek pergi
Bebek pergi bawa goyang
Kalo rusa pergi
Rusa pergi bawa air di perut
Kalo surya pergi
Surya pergi bawa terang
Kalo satelit pergi
Satelit pergi bawa buram
Aneh,
Aku kok malah pergi bawa titik
Cuma satu titik
Aku genggam malah hilang
Aku pamer takut jatuh
Aduh, mama !
Sampai kapan titik ini tersimpan
Dalam genggam
Atau dalam susu
Aku makin gemas
Harus kutaruh mana
Atau kuremas dan kuperlihatkan
Agar bebek lewat tahu
Agar rusa lari terpana
Hingga satu titik gemas ini bersinar
Kalo bebek pergi
Bebek pergi bawa goyang
Kalo rusa pergi
Rusa pergi bawa air di perut
Kalo surya pergi
Surya pergi bawa terang
Kalo satelit pergi
Satelit pergi bawa buram
Aneh,
Aku kok malah pergi bawa titik
Cuma satu titik
Aku genggam malah hilang
Aku pamer takut jatuh
Aduh, mama !
Sampai kapan titik ini tersimpan
Dalam genggam
Atau dalam susu
Aku makin gemas
Harus kutaruh mana
Atau kuremas dan kuperlihatkan
Agar bebek lewat tahu
Agar rusa lari terpana
Hingga satu titik gemas ini bersinar
Sabtu, 14 November 2009
SAKIT
Angela Sotya Pawestri
Kertas hitam ini jadi merah
Ketika aku dan dia terguncang
Dan tak sanggup melihat lagi
Kini…
Kertas merah itu jadi putih
Ketika aku dan kamu sakit
Sakit jiwa berdarah yang suci
Tapi…,
Kertas putih itu jadi abu-abu
Ketika dia dan kamu takut
Takut diserang hati merah
Setelah itu,
Kertas abu-abu itu jadi hitam kembali
Ketika aku, dia, dan kamu
Habis di neraka !!!
Kertas hitam ini jadi merah
Ketika aku dan dia terguncang
Dan tak sanggup melihat lagi
Kini…
Kertas merah itu jadi putih
Ketika aku dan kamu sakit
Sakit jiwa berdarah yang suci
Tapi…,
Kertas putih itu jadi abu-abu
Ketika dia dan kamu takut
Takut diserang hati merah
Setelah itu,
Kertas abu-abu itu jadi hitam kembali
Ketika aku, dia, dan kamu
Habis di neraka !!!
Minggu, 08 November 2009
KRATON ABANG MEMBLE
Sotya Pawestri
Aku hitam
Tunggu kelam
Walau sudah malam
Aku belum bertemu putra malam
Kula manungsa
Rada rekasa
Manungsa liyane meksa
Supaya kula tresna basa
Tapi sekali lagi aku hitam
Bagai tembok gambarkan ketam
Hingga tercoreng sampai pitam
Aku makin geram
Raden Wengi nalika bale
Kula bungah tole-tole
Kula lunga ninggal tole
Ing kraton abang memble
Aku hitam
Tunggu kelam
Walau sudah malam
Aku belum bertemu putra malam
Kula manungsa
Rada rekasa
Manungsa liyane meksa
Supaya kula tresna basa
Tapi sekali lagi aku hitam
Bagai tembok gambarkan ketam
Hingga tercoreng sampai pitam
Aku makin geram
Raden Wengi nalika bale
Kula bungah tole-tole
Kula lunga ninggal tole
Ing kraton abang memble
Senin, 02 November 2009
Aku Bertemu lagi Dengan Puisiku…
Sotya Pawestri
Pu…
Puyuh hatiku
Terangsang ulu cinta
Ketika aku gerakan tangan ini
I…
Isyarat ini makin jelas
Aku gores demi gores
Hingga terukir huruf hingga kata
Si…
Sibuk aku berbenah
Hingga lupa kalau aku…
Aku harus teruskan dari kata hingga kalimat
Ku…
Kukuras habis tenaga
Hingga tercipta satu bait jiwa
Dan akhirnya aku bertemu lagi dengan puisiku
PUISIKU…
Pu…
Puyuh hatiku
Terangsang ulu cinta
Ketika aku gerakan tangan ini
I…
Isyarat ini makin jelas
Aku gores demi gores
Hingga terukir huruf hingga kata
Si…
Sibuk aku berbenah
Hingga lupa kalau aku…
Aku harus teruskan dari kata hingga kalimat
Ku…
Kukuras habis tenaga
Hingga tercipta satu bait jiwa
Dan akhirnya aku bertemu lagi dengan puisiku
PUISIKU…
Senin, 19 Oktober 2009
“BIAR TUA”
Sotya Pawestri
Aku bergumam
Kemudian teriak hingga sore
Satu – satu terkuak benam
Kemudian tegak hingga tercoreng
Aku, dia, dan kau
Duduk tertawa hingga berair
Tak tahu malu dan ragu
Sampai lilin tertiup jadi abu
Aku dan dia
Saling senyum beri tanda
Saling gumam beri cinta
Aku dan kau
Tak tahu arti ini
Tak tahu perayaan ini
Sayangnya yang aku tahu
Aku ada biar tua
Aku bergumam
Kemudian teriak hingga sore
Satu – satu terkuak benam
Kemudian tegak hingga tercoreng
Aku, dia, dan kau
Duduk tertawa hingga berair
Tak tahu malu dan ragu
Sampai lilin tertiup jadi abu
Aku dan dia
Saling senyum beri tanda
Saling gumam beri cinta
Aku dan kau
Tak tahu arti ini
Tak tahu perayaan ini
Sayangnya yang aku tahu
Aku ada biar tua
Rabu, 14 Oktober 2009
KAINKU TERSOBEK
Sotya Pawestri
14-02-1979
Aku terbenam
Walau kepak sayap masih dua
Dan kasih tak berjua
14-02-1982
Aku kelaparan
Tiap tahun tunggu coklat
Tapi malah dapat iri
14-02-1990
Aku tersobek
Kain pinkku jadi kulit
Dan badanku jadi dua
14-02-2000
Aku bukan istri
Bukan lagi manusia
Kenangan tanpa suami…
14-02-1979
Aku terbenam
Walau kepak sayap masih dua
Dan kasih tak berjua
14-02-1982
Aku kelaparan
Tiap tahun tunggu coklat
Tapi malah dapat iri
14-02-1990
Aku tersobek
Kain pinkku jadi kulit
Dan badanku jadi dua
14-02-2000
Aku bukan istri
Bukan lagi manusia
Kenangan tanpa suami…
Langganan:
Postingan (Atom)
