Sabtu, 09 Mei 2009

aku di dan ray

Sotya Pawestri

Aku, dia dan Ray

Terjangkit penyakit turunan

Bukan wajah yang berkata

Hanya topeng yang tertawa

Aku, dia dan Ray

Tersangkut kicir berbentuk segitiga

Yang terukir di tiap putarnya

Pulang dan pergi berhenti

Aku, dia dan Ray

Tertawa melirik topeng

Seperti berkaca wajah diri

Seperti bermimpi akulah dia

Sayangnya kicir itu rusak

Si topeng hanya senyum

Risauan kembali menyisik

Kapan lagi akan menangis ?

Selamat tinggal Ray

Mungkin baru 100 tahun lagi

Air surga ‘kan membasuh

Kamis, 30 April 2009

MAIN KARTU


Angela Sotya Pawestri

Aku buang sembilan wajik
Berarti teman datang pukul sembilan
Dia ambil dua hati
Ah… sulit diartikan

Kau buang empat hati
Teman datang malah celaka
Satu kriting berarti kartu as
Masakan tidak cocok

Tapi ada pendatang
Wajik itu sayang
Dengan raja !?
Masakan sifatnya pendiam

Tiga waru keluar !!
Sebentar lagi ada yang sedih
Katanya si kartu
Ada cewek butuh sahabat

Joker keluar terakhir
Berarti seorang penghibur
Datang bawa cahaya

Siapa, ya ??

Selasa, 28 April 2009

DENGAR SERUAN Birthday…


Sebenarnya,

Aku tak indah dibanding kupu

Aku tak lugu dibanding kura

Malah lebih exotic sindirnya

Sinar wajah cukup kuat

Solek aku tak butuh

Tapi untuk hari ini saja

Aku ingin genit

Tak ada kue tiup lilin

Adanya kertas koran sagu basi

Bukannya Ge-er !

Tapi emang bener

Sahabat lebih penting

Kali ini aku diam

Lihat peti di birthdayku

Tapi lebih naas

Lihat sahabat tinggal mayat

Kenapa harus hari ini !?

Kerangka hati hampir roboh

Jumat, 17 April 2009

VALENTINE BANGSAT !!

Angela S. P.

Katanya, sih !
Cewek lacur tak boleh nikmat cinta
Bau trasi, umpatnya
Masakan tak boleh ?Nasib, nasib !
Malam romantis gini cari om
Pake jual diri lagi
‘Kan malu !

Dua pasang kasih
Merambat tangan di sudut taman
Masakan aku tak boleh ikut jiwa ?
Dasar valentine bangsat !

Kue cinta, bunga asmara
Coklat nikmat, balon merah
Musik klasik, dansa malam
Anggur jiwa, cowok tampan

Aku beda…
Kue lapis, bunga palsu
Coklat gedongan, balon hitam
Musik setan, dansa rok mini
Anggur jalanan, om tua

Valentine bangsat !!

Rabu, 15 April 2009

PARA BINI

Angela S. P.

Bisik-bisik para bini

Sisik-sisik makin menjadi

Katanya mau beli tempe

Malah ngrumpi tengah pasar

Dasar bini !

Dengkul abang sudah bundas

Buat jalan keliling toko

Masakan sepanjang jalan cuma lihat

Banyak tawar tak beli-beli

Dasar abang malang !

Dompet kanda sudah terbang

Dibawa bini pergi ke salon

Tiap minggu creambath sari alpukat

Maunya biar keren ala barat

Malah bonyok nggak karuan

Dasar bini !

Suruh siapa jadi bintang ?

Para bini ! Para bini !

Ribut amat ngomongin nggak bisa bungkam sedikit ?

Aduh, sayang…

Kepala daku hampir pecah

Dikau tak urus anak-suami

Senin, 13 April 2009

ANGKATAN 2000

Angela S. P.

Tahun 1999
Guncang !!
Jauh beda dengan jalan beraspal
Angin yang lewat untung cuma bisik
Tapi, ups…!!
Sekali lagi guncang…

  Genap 2000 tahun bumi digentar 
  Hendak roboh bersilang geram
  Yang katanya koruptorlah,
  Nepotismelah !!
  Cuman katanya…

Apalagi tahun 2001
Lagi gencar-gencarnya milenia
Kayak tahun 2000
Yang cuma bisa makan orang
Kaya semakin kaya
Miskin makin miskin

  Kok aneh !?
  Mau dilanjutkan ?
  Silakan !
  Asal saja jangan bawa nama mama Saat tak punya uang di kantong

Lanjutkan saja !
Kalau mau semuanya mati
Beres ‘kan ?

Selasa, 07 April 2009

TANGKAI JIWA


Angela S. P.

Saat akarku mulai tumbuh

Aku menjalar

Menjalar jauh di bawah tanah

Coba cari mineral iman

Dan tanam tetap di dasar hati

Aku tumbuh…

Tunasku mulai naik

Seperti tumbuhan lain layaknya

Aku ingin bersahabat dengan Bu Mentari

Layaknya pula aku butuh siraman sejuk

Aku semakin tumbuh…

Tangkaiku bercabang semakin makmur

Tangkaiku kokoh dengan batang

Dan akarnya

Hanya saja, butuh waktu

Di ujung-ujung tangkai itu

Tersimpan daun yang seharusnya lebat

Seharusnya bersimpuh dengan buah

Tapi, kenapa lama ?

Apakah tangkai jiwaku kurang subur

Atau hanya saja butuh waktu ?

Aku tak tahu serunya

Masakan aku tak boleh niknat buahnya

Atau aku memang pohon tak berguna ?

Atau pula hanya rumput liar semata ?

Katanya,

Tuhan bakalan bantu hamba

Tapi kapan ?

Apakah sampai daunku layu

Dan rontok semua ?

O, sayangku Tuhan !!

Peluk aku, Tuhan…!!

Jangan sampai aku ditebang

Jangan sampai aku dibakar

Aku takut