Sabtu, 20 Februari 2010

Mengapa Harus Cinta !?

A. Sotya Pawestri

Aku diam
Ketika Dewi Cinta tanya siam
Seakan air dan angin ikut bergumam
Bersama resah bahagia yang terpendam

Dewi Cinta itu bertanya lagi
Tapi aku tetap tidak mengerti
Mengapa rasanya seperti ragi ??
Atau memang hati dan uluku sudah mati

Sedetik setelah matahari terbenam
Aku sudah punya jawaban
Tapi…
Bagaimana cara mengatakannya ??

Dewi Cinta tersenyum sinis
Dan aku tersenyum manis

Aku, aku, dan aku
Mengapa harus aku ?
Aku bingung !!
Kenapa harus Dewi Cinta ?
Mengapa harus cinta ?
Kenapa Tuhan tidak kirimi aku Dewa Kekayaan saja ??

Kamis, 18 Februari 2010

TANGAN KOSONG

A. Sotya Pawestri

Langit itu putih
Ketika aku dan dia duduk bersama
Ketika semua tidur dan tak berdaya

Sekali lagi langit itu putih
Ketika surya seharusnya tersenyum
Ketika ia harus pergi

Ya, Tuhan…
Langit itu putih lagi
Ketika ia pulang
Ketika tangannya kosong

Dan langit itu putih lagi
Ketika aku harus pergi
Ketika aku bersama malaikat…

Sabtu, 13 Februari 2010

SEPI ataukah SUNYI

A. Sotya Pawestri

Jauh kupandang sejurus
Hilang arah yang lurus
Kupandang sahutan tamu
Hanya ada keramaian semu

Aku lihat kiri
Segerombolan orang yang tak kukenal berdiri

Aneh, sejuta aneh
Kenapa tak kunikmati saja ??
Atau aku mulai sepi

Terdiamku terpaku
Meratap dunia dengan tangis
Mungkin tidak hari ini tapi besok

Ataukah sunyi
Atau…
Jiwa ini tidak akan pernah tenang selamanya

Senin, 08 Februari 2010

KERTAK GIGI

A. Sotya Pawestri

Sinta mogok makan
Kira – kira sudah sepekan
Gara – gara atasan
‘Gak mau kasih tunjangan

Rudi marah
Uangnya dijarah
Katanya usaha pemerintah semakin parah
Bikin Rudi makin gerah

Raka tahan haus
Bau air dianggap hangus
Walau di depannya berdiri gadis bagus
Raka tetap tidak rakus

Sinta, Rudi, dan Raka
Menunggu nasib kayak kera
Tunggu janji belaka
Hingga tak bisa berak

Dasar nasib !!
Kapan dunia tak jadi aib ??
Sinta, Rudi, dan Raka tinggal tunggu raib