A. Sotya Pawestri
Aku diam
Ketika Dewi Cinta tanya siam
Seakan air dan angin ikut bergumam
Bersama resah bahagia yang terpendam
Dewi Cinta itu bertanya lagi
Tapi aku tetap tidak mengerti
Mengapa rasanya seperti ragi ??
Atau memang hati dan uluku sudah mati
Sedetik setelah matahari terbenam
Aku sudah punya jawaban
Tapi…
Bagaimana cara mengatakannya ??
Dewi Cinta tersenyum sinis
Dan aku tersenyum manis
Aku, aku, dan aku
Mengapa harus aku ?
Aku bingung !!
Kenapa harus Dewi Cinta ?
Mengapa harus cinta ?
Kenapa Tuhan tidak kirimi aku Dewa Kekayaan saja ??
Sabtu, 20 Februari 2010
Kamis, 18 Februari 2010
TANGAN KOSONG
A. Sotya Pawestri
Langit itu putih
Ketika aku dan dia duduk bersama
Ketika semua tidur dan tak berdaya
Sekali lagi langit itu putih
Ketika surya seharusnya tersenyum
Ketika ia harus pergi
Ya, Tuhan…
Langit itu putih lagi
Ketika ia pulang
Ketika tangannya kosong
Dan langit itu putih lagi
Ketika aku harus pergi
Ketika aku bersama malaikat…
Langit itu putih
Ketika aku dan dia duduk bersama
Ketika semua tidur dan tak berdaya
Sekali lagi langit itu putih
Ketika surya seharusnya tersenyum
Ketika ia harus pergi
Ya, Tuhan…
Langit itu putih lagi
Ketika ia pulang
Ketika tangannya kosong
Dan langit itu putih lagi
Ketika aku harus pergi
Ketika aku bersama malaikat…
Sabtu, 13 Februari 2010
SEPI ataukah SUNYI
A. Sotya Pawestri
Jauh kupandang sejurus
Hilang arah yang lurus
Kupandang sahutan tamu
Hanya ada keramaian semu
Aku lihat kiri
Segerombolan orang yang tak kukenal berdiri
Aneh, sejuta aneh
Kenapa tak kunikmati saja ??
Atau aku mulai sepi
Terdiamku terpaku
Meratap dunia dengan tangis
Mungkin tidak hari ini tapi besok
Ataukah sunyi
Atau…
Jiwa ini tidak akan pernah tenang selamanya
Jauh kupandang sejurus
Hilang arah yang lurus
Kupandang sahutan tamu
Hanya ada keramaian semu
Aku lihat kiri
Segerombolan orang yang tak kukenal berdiri
Aneh, sejuta aneh
Kenapa tak kunikmati saja ??
Atau aku mulai sepi
Terdiamku terpaku
Meratap dunia dengan tangis
Mungkin tidak hari ini tapi besok
Ataukah sunyi
Atau…
Jiwa ini tidak akan pernah tenang selamanya
Senin, 08 Februari 2010
KERTAK GIGI
A. Sotya Pawestri
Sinta mogok makan
Kira – kira sudah sepekan
Gara – gara atasan
‘Gak mau kasih tunjangan
Rudi marah
Uangnya dijarah
Katanya usaha pemerintah semakin parah
Bikin Rudi makin gerah
Raka tahan haus
Bau air dianggap hangus
Walau di depannya berdiri gadis bagus
Raka tetap tidak rakus
Sinta, Rudi, dan Raka
Menunggu nasib kayak kera
Tunggu janji belaka
Hingga tak bisa berak
Dasar nasib !!
Kapan dunia tak jadi aib ??
Sinta, Rudi, dan Raka tinggal tunggu raib
Sinta mogok makan
Kira – kira sudah sepekan
Gara – gara atasan
‘Gak mau kasih tunjangan
Rudi marah
Uangnya dijarah
Katanya usaha pemerintah semakin parah
Bikin Rudi makin gerah
Raka tahan haus
Bau air dianggap hangus
Walau di depannya berdiri gadis bagus
Raka tetap tidak rakus
Sinta, Rudi, dan Raka
Menunggu nasib kayak kera
Tunggu janji belaka
Hingga tak bisa berak
Dasar nasib !!
Kapan dunia tak jadi aib ??
Sinta, Rudi, dan Raka tinggal tunggu raib
Langganan:
Postingan (Atom)
